Pengertian Nikah Siri, Syarat, Dan Tata Caranya Yang Sesuai Dengan Aturan Agama

Menikah adalah salah satu momen kebahagiaan yang akan selalu dikenang sepanjang hidup. Banyak pasangan yang mengumumkan pernikahannya dan mengadakan perayaan untuk membagikan kebahagiaan mereka. Namun, ada juga beberapa pasangan yang justru lebih memilih untuk menikah siri.

Jika kamu belum paham apa itu nikah siri, maka simak pembahasan dibawah ini mengenai pengertian nikah siri lengkap dengan syarat dan tata caranya yang sesuai dengan aturan agama.

  1. Pengeritan Nikah Siri

Dikutip dari buku berjudul ‘Nikah Siri Apa Untungnya?’, Happy Susanto (2017:22), kata ‘siri’ pada istilah nikah siri berasal dari bahasa Arab yakni ‘sirrun’ yang memiliki arti rahasia. Jadi, nikah siri bisa diartikan sebagai bentuk pernikahan yang dilakukan hanya berdasarkan aturan (hukum) agama dan atau adat istiadat, namun tidak diumumkan kepada khalayak umum, dan tidak juga tercatat secara resmi di Kantor Pegawai Nikah, yaitu Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil bagi non-muslim.

  1. Syarat Nikah Siri

Dalam hukum Islam, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pengantin yang hendak melaksanakan nikah siri. Namun, sebelum masuk ke syarat nikah siri, terdapat lima rukun nikah siri yang harus dipenuhi antara lain adanya calon suami, calon istri, wali nikah dari calon mempelai perempuan, 2 orang saksi nikah, dan berlangsungnya ijab qobul. Jika ada salah satu rukun yang tidak bisa dipenuhi, maka pernikahan tidak bisa dilakukan.

Sementara untuk syarat nikah siri adalah sebagai berikut :

  1. Syarat Nikah Siri Bagi Laki – Laki
  • Harus beragama Islam
  • Berjenis kelamin laki – laki (bukan transgender)
  • Tidak melakukan nikah siri dalam paksaan
  • Tidak memiliki 4 orang istri
  • Calon istri yang akan dinikahi adalah perempuan yang bukan mahramnya
  • Pernikahan dilakukan tidak dalam masa ihram atau umrah
  1. Syarat Nikah Siri Bagi Perempuan
  • Harus beragam Islam
  • Berjenis kelamin perempuan (bukan transgender)
  • Sudah mendapat izin nikah dari wali yang sah
  • Mempelai perempuan bukan istri orang dan tidak dalam masa iddah
  • Calon suami yang akan menikahinya adalah seorang laki – laki yang bukan mahramnya
  • Pernikahan dilakukan tidak dalam masa ihram atau umrah
  1. Tata Cara Nikah Siri

Sebenarnya tata cara nikah siri mirip dengan nikah resmi pada umumnya, namun karena hanya dilakukan secara agama maka tidak ada syarat – syarat administratif yang harus dipenuhi. satu hal paling penting bagi calon mempelai perempuan yang hendak menikah siri adalah mendapat izin dari wali sah yaitu ayah kandungnya, karena jika tidak mendapat izin maka pernikahannya dianggap tidak sah.

Setelah mendapat izin menikah siri, pastikan adanya dua orang yang akan menjadi saksinya. Lalu siapkan mahar atau mas kawin untuk prosesi ijab kabul. Dan yang terakhir, datangi pemuka agama atau orang yang biasa menjadi penghulu pernikahan untuk melakukan ijab Kabul.

Itulah pengertian nikah siri lengkap dengan syarat dan tata caranya yang sesuai dengan aturan agama. Terdapat berbagai alasan yang membuat sejumlah orang lebih memilih melakukan nikah siri.

Dari berbagai macam alasan tersebut, tentunya ada yang terkait dengan ganjalan restu dari orangtua salah satu pasangan. Namun, mungkin juga karena kedua mempelai tersebut belum memiliki persiapan – persiapan untuk menikah secara resmi, misalnya masalah biaya atau bahkan kebutuhan pernikahan lainnya.